Lainnya

Pentingnya Quality Control di Bidang Industri

Perkembangan teknologi telah memasuki era industri 5.0 di sebagian besar negara maju di dunia. Begitu juga dengan sistem pengembangan produk perangkat lunak yang telah mengalami banyak kemajuan, seperti munculnya perangkat lunak persediaan, yaitu perangkat lunak yang digunakan oleh perusahaan untuk melacak pengiriman, penjualan, pemesanan, dan tingkat persediaan barang tersebut. Dengan begitu, perusahaan dapat mengontrol stok barang dengan lebih baik dan akan dapat membantu melakukan kontrol kualitas yang lebih mudah dan efisien.
Jika Anda bekerja di bagian produksi, Anda pasti tidak asing lagi dengan istilah quality control (QC). Apa itu kontrol kualitas? Quality control (QC) merupakan proses penting yang harus dilakukan setiap perusahaan atau bisnis, terutama jika produksinya berupa produk atau jasa. Jika tidak melalui proses ini maka akan menimbulkan error yang nantinya dapat merugikan bisnis.
Oleh karena itu, pengendalian kualitas memiliki peran penting dalam sebuah bisnis, karena sebelum pengiriman semua barang akan melalui proses pemeriksaan untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan standar perusahaan atau tidak. Lalu apa saja unsur-unsur dalam pengendalian mutu, cara kerja, manfaat, dan tanggung jawab dalam bisnis? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan artikel berikut ini.

Apa itu Kontrol Kualitas?

Quality control merupakan singkatan dari QC yang berarti pengendalian kualitas. QC sangat diperlukan dalam dunia industri, mulai dari manufaktur, kegiatan produksi hingga hasil produksi. Quality control adalah proses pengecekan dan pengujian yang dilakukan oleh suatu bisnis atau perusahaan, untuk mengukur dan memastikan kualitas produk sesuai dengan standar yang ada. Proses ini dapat membuat entitas tunduk pada penilaian kualitas dari berbagai faktor yang terlibat dalam aktivitas produksi.
Umumnya yang melaksanakan tugas QC adalah tenaga pelatihan yang membuat benchmark kualitas produk dan pemeriksaan visual dalam pengujian produk yang dapat dilakukan sebelum, selama dan setelah proses produksi. Namun, proses ini menjadi tanggung jawab semua karyawan. Tes ini dapat dilakukan secara manual atau dengan bantuan teknologi. Selain itu, dalam proses ini dimungkinkan untuk meningkatkan kualitas produk agar lebih baik lagi sebelum dirilis ke publik.
Salah seorang ahli yaitu Dr. K. Ishikawa melaporkan jika pengawasan kualitas adalah aktivitas guna mengkaji, memajukan, mendesain serta mengisi kegembiraan konsumen dan juga memberikan servis yang positif.
Proses ini penting karena sangat mempengaruhi arah bisnis untuk mencapai tujuan perusahaan, tahap ini berperan dalam meningkatkan dan mengontrol kualitas suatu produk sebelum tahap rilis. Tujuan utama QC adalah untuk memastikan bahwa produk yang akan dikirimkan ke pelanggan bebas dari kerusakan atau cacat dan diterima sesuai dengan persyaratan kualitas yang ada.

Perbedaan Quality Control dan Quality Assurance

Setelah mengetahui apa itu quality control, apa itu quality assurance dan apa perbedaannya? Perbedaan mendasar antara keduanya adalah QA bertugas memeriksa setiap kebutuhan sistem dan fitur dalam perangkat lunak agar berjalan dengan baik. jaminan kualitas juga lebih fokus pada pencegahan cacat. sedangkan QC lebih fokus pada pengujian perangkat lunak untuk meningkatkan kualitas suatu produk agar sesuai dengan standar yang ada, sehingga lebih fokus pada mengidentifikasi atau menemukan cacat.
Quality assurance (QA) adalah proses proaktif, berbeda dengan quality control (QC) yang merupakan proses reaktif. Pendekatan juga berbeda, jika quality assurance memiliki pendekatan berbasis proses, sedangkan kontrol kualitas pendekatan berbasis produk. . QA melibatkan proses menangani masalah kualitas, sementara QC memverifikasi kualitas produk itu sendiri. Salah satu contoh jaminan kualitas adalah kualitas audit dan misalnya proses pengendalian kualitas adalah inspeksi dan pengujian suatu produk.

Elemen Kontrol Kualitas Kontrol

Elemen

pertama adalah kontrol dalam manajemen yang harus ada dalam QC. Kontrol tersebut mencakup manajemen pekerjaan, proses yang terdefinisi dengan baik dan dikelola dengan baik, kriteria integritas dan kinerja, dan identifikasi catatan.

Persaingan

Dalam menjaga kualitas produk harus ada persaingan seperti kualifikasi, pengalaman dan keterampilan.

Kedekatan

Maksud dari kedekatan ini adalah adanya hubungan yang berkualitas seperti kepegawaian, manajemen SDM, integritas, kepercayaan, budaya organisasi, motivasi dan semangat tim. 

Pekerjaan Pengendalian Mutu

Dalam melaksanakan pengendalian mutu, tentunya ada beberapa cara atau prosedur yang harus dilalui. Secara umum, supervisor QC akan memastikan produk sesuai dengan standar perusahaan. Mereka akan menguji, mengkaji, meneliti, dan menganalisis kualitas suatu produk sesuai standar perusahaan dan kesesuaiannya bagi konsumen. Berikut adalah cara kerja proses kendali mutu:

Menetapkan standar

Prosedur pertama adalah menetapkan standar. Perlu dipikirkan standar apa yang harus dipenuhi sebelum produk berada pada tahap rilis. Apakah pemeriksaan harus satu per satu? Atau dapatkah memeriksa hanya beberapa persen produksi dalam satu batch? Melakukan hal ini sangat penting di awal, karena akan menentukan efektivitas proses produksi dan persiapan produk atau jasa.

Menyelaraskan visi dan misi perusahaan Langkah

Kemudian ialah mengimbangkan visi serta tujuan industri dengan karyawannya. Hal ini penting ketika melakukan quality control, karena tujuan utamanya adalah untuk menjaga kualitas produk atau jasa yang ditawarkan. Untuk mencapai hasil yang optimal, manajemen dan karyawan harus memiliki pandangan yang sama agar kualitas produk tetap terjaga dan sesuai dengan standar yang ada. Untuk menyelaraskan visi dan misi, perusahaan dapat melatih karyawannya dan menetapkan standar seperti pada poin sebelumnya.

Menyempurnakan produk yang ditawarkan

Setelah menentukan standar perusahaan (benchmark) dan menyelaraskan visi dan misi manajemen dan karyawan, langkah selanjutnya adalah menjalankan QC. Dalam prosedur pengendalian kualitas ini, mengetahui berapa banyak produk yang gagal adalah salah satu hal yang harus Anda lakukan. Kemudian, tim yang bertanggung jawab dapat memperbaiki produk agar memenuhi standar. 
Dengan melakukan QC diharapkan persentase produk yang gagal dapat terus berkurang. Lalu, bagaimana jika harapan tersebut tidak tercapai? Bagaimana jika terlalu banyak produk gagal atau layanan tidak memuaskan pelanggan? Jika sudah pada titik itu, perusahaan harus membuat rencana untuk memperbaiki proses produksi. Pada intinya, proses ini akan terus berulang, untuk memastikan tidak ada kesalahan atau setidaknya meminimalkan kesalahan.Pentingnya Quality Control di Bidang Industri

Manfaat Quality Control

Tidak hanya mengenai kualitas produk, quality control juga memiliki manfaat lain yang dapat menunjang keberlangsungan perusahaan dan bertahan dalam persaingan pasar. Antara lain sebagai berikut:

konsistensi

Produk yang melalui proses QC tentunya akan terjaga konsistensinya, bahkan mulai dari bahan baku sebelum diproduksi. Karena ini adalah kualitas akhir dari produk. Saat melakukan quality control, Anda harus sudah menetapkan standar di awal. Oleh karena itu setiap individu berwenang untuk memastikan bahwa produk tersebut sesuai dengan standar kualitas yaitu tidak ada cacat sebelum produk atau layanan tersebut dirilis.

Meningkatkan efisiensi

Maksud dari efisiensi ini adalah dari segi proses produksi, tenaga, dan waktu. Pasalnya, jika tidak melakukan QC, bisa saja terjadi kesalahan atau cacat pada produk setelah dirilis. Tentu saja Anda harus memperbaikinya, dan itu akan memakan waktu, uang, dan tenaga. Oleh karena itu sebaiknya dicek dari awal agar tidak terjadi kerusakan, sehingga biaya, waktu, dan tenaga bisa lebih terfokus pada hal lain seperti pengembangan kualitas atau mungkin ekspansi bisnis.

Menjaga kepuasan pelanggan

Dengan mempraktikkan QC mampu kurangi serta menyingkirkan kelalaian celaka yang tidak ditemukan. Karena jika Anda mengabaikan proses ini, bisa membuat pelanggan tidak mau lagi membeli produk atau menggunakan jasa Anda. Ketika memproduksi suatu produk yang sudah beredar, tentunya akan menciptakan suatu standar yang melekat pada pelanggan. Dengan membangun standar yang baik sebelumnya kepuasan pelanggan akan tetap terjaga, karena hal ini merupakan salah satu aspek yang dapat mempengaruhi loyalitas pelanggan.

Tanggung Jawab Kontrol Kualitas

  • Inspeksi dan pengujian dokumen pada produk atau layanan perusahaan.
  • Memantau, menganalisis dan juga menguji dan meneliti semua produk.
  • Dapat merekomendasikan pemrosesan ulang untuk produk berkualitas rendah apa pun kepada perusahaan.
  • Memantau proses dalam pembuatan produk dan memantau kemajuannya.
  • Memverifikasi kualitas produk.
  • Memastikan semua barang yang dihasilkan memiliki kualitas yang memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Kesimpulan

Itulah penjelasan lengkap tentang pengendalian mutu mulai dari pengertian, perbedaan dengan jaminan mutu, unsur-unsurnya, cara kerjanya, manfaat, hingga tanggung jawabnya. Jadi kesimpulannya QC merupakan aspek penting dalam menghasilkan produk atau jasa, guna menjamin kualitas yang sesuai dengan standar perusahaan sehingga dapat memenuhi harapan konsumen.
Salah satu perbedaan antara QC dan QA terletak pada fokusnya. QA berfokus pada pencegahan cacat, sementara QC berfokus pada mengidentifikasi atau menemukan cacat. Selain itu, ada juga elemen lain dalam QC yang penting untuk Anda ketahui seperti kontrol, persaingan, dan kedekatan. Quality control erat kaitannya dengan inventory control yang dapat mengoptimalkan penyimpanan inventory bisnis Anda. 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button